Halo Bun Selamat datang di halodokterku.com. Semoga artikel ini dapat menambah pengetahuan kita tentang informasi kesehatan tentang 4 Penyebab Utama Posisi Rahim Miring ke Depan Atau Belakang.

Posisi rahim setiap wanita berbeda, tetapi sebagian besar rahim akan ditemukan di rongga panggul, tepat di perut bagian bawah. Tetapi ada juga wanita yang rahimnya tidak dalam posisi normal. Beberapa dari mereka memiliki uterus yang agak miring (uterus yang anteverted) atau uterus posterior (uterus terbelakang). Sebenarnya, mengapa rahim wanita dimiringkan ke depan atau ke belakang?

Umumnya penyebab posisi rahim miring terjadi

Tidak hanya ukurannya, posisi rahim wanita tidak selalu sama. Posisi rahim dapat miring ke belakang ke punggung bawah (uterus terbalik) atau terlalu condong ke depan menuju leher rahim (uterus sebelum dahi) Meskipun rahim abnormal, tidak semua wanita dengan kondisi ini mereka mengalami tanda dan gejala. Banyak dari mereka mengetahui hal ini ketika merencanakan kehamilan. Karena rahim cenderung maka itu bisa menjadi penyebab wanita sulit untuk hamil. Kesulitan dalam hamil karena rahim dimiringkan bukan disebabkan oleh pecahnya sperma yang mencapai sel telur, tetapi oleh sulitnya janin untuk berkembang. Dalam banyak kasus, uterus yang terbalik dianggap lebih serius daripada uterus yang diawali.
Sumber: Medical News Today Beberapa penyebab rahim miring, apakah mereka condong ke depan atau ke belakang, termasuk:

Baca Juga  Perlukah Mencukur Bulu Kemaluan Sebelum Melahirkan?

1. Cacat bawaan dan warisan

Banyak anak dilahirkan dengan posisi rahim yang sudah miring. Kondisi ini diwarisi dari keluarga. Jika ibu, bibi atau nenek Anda memiliki rahim miring, risikonya bisa lebih besar. Coba tanyakan kepada keluarga Anda dan lakukan pemeriksaan panggul atau USG untuk menentukan apakah rahimnya normal atau tidak.

Baca Juga  Ayah, Bantu Ibu Mengatasi Baby Blues Dengan Cara Ini

2. Otot panggul yang melemah

Di sekitar rahim ada otot dan ligamen yang menopang posisi uterus agar tetap normal. Namun setelah menopause atau melahirkan, jaringan ikat kuat yang menghubungkan tulang dan sendi (ligamen) menjadi lunak dan lemah. Akibatnya, ligamen dan otot tidak bisa menahan rahim sehingga ia berubah posisi.

3. Pembesaran rahim

Dapat dikatakan bahwa rahim cukup fleksibel sebagai tempat untuk pertumbuhan dan perkembangan janin. Setelah melahirkan, ukuran rahim cenderung meningkat: selain kehamilan, kehadiran fibroid atau tumor juga dapat meningkatkan ukuran rahim dan meningkatkan tekanan pada ligamen dan otot. Jika ligamen dan otot tidak dapat menahan, rahim dapat bergerak maju atau mundur.

4. C & # 39; adalah luka atau sesuatu yang melekat pada panggul

Pembedahan yang melibatkan rahim atau panggul dapat meninggalkan jaringan parut dan menggeser posisi uterus. Selanjutnya, endometriosis atau pertumbuhan jaringan yang melekat pada rahim atau panggul juga dapat membuat pergerakan rahim.

Baca Juga  Cara Alami Mempercepat Kontraksi Saat Hamil

Apakah cara untuk mengatasi rahim miring?

Untuk mengatasi uterus yang disebutkan di atas, hanya prosedur bedah yang dapat dilakukan. Tidak ada obat yang dapat mengembalikan posisi rahim menjadi normal. Operasi yang disebut suspensi uterus dilakukan untuk membenarkan posisi miring uterus. Prosedur ini juga dapat dilakukan untuk wanita dengan uterus yang terbalik, sementara wanita dengan uterus yang miring dapat melakukan latihan khusus untuk memperkuat otot-otot panggul dan mengembalikan rahim ke posisi normal. Anda juga dapat mengikuti prosedur pemasangan alat kecil yang disebut pessary di vagina untuk meluruskan bagian belakang rahim.

Mudah-mudahan info kesehatan ini dapat memberi manfaat bagi siapapun yang butuh informasi tentang 4 Penyebab Utama Posisi Rahim Miring ke Depan Atau Belakang.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here