Halo Bunda Selamat datang di halodokterku.com. Semoga artikel ini mampu menambah wawasan kita tentang informasi kesehatan tentang Bagaimana Cara Mengetahui Ketika Anak Underweight (BB Kurang)?.

Berat badan adalah indikator yang digunakan untuk menentukan apakah nutrisi anak baik atau tidak. Ketika seorang anak memiliki berat badan ideal, itu berarti asupan nutrisinya dapat memenuhi semua kebutuhan sehari-harinya. Tetapi tidak jarang, berat badan anak mungkin kurang dari yang seharusnya. Kondisi ini menunjukkan bahwa anak tersebut memiliki berat badan kurang. Lihat penjelasan lebih lanjut tentang kekurangan berat badan pada anak-anak melalui ulasan di bawah ini, mari kita coba!

Apakah dia kurus?

Underweight atau underweight adalah suatu kondisi di mana berat badan anak lebih rendah dari kisaran rata-rata atau normal. Idealnya, anak dikatakan memiliki berat badan normal ketika sejajar dengan teman-teman seusianya.

Sebaliknya, lebih sedikit berat badan menunjukkan bahwa berat badan anak tidak sebanding atau lebih rendah dari kelompok usianya. Sama seperti kelebihan berat badan, bahkan anak-anak dengan berat badan lebih sedikit umumnya disebabkan oleh masalah kesehatan.

Berat badan anak adalah tanda bahwa tubuhnya tidak mendapatkan nutrisi yang cukup untuk mendukung perkembangan tubuhnya. Misalnya tulang, kulit, rambut, dan berbagai bagian tubuh lainnya.

Selain itu, memiliki riwayat atau mengalami penyakit medis tertentu juga dapat menjadi latar belakang untuk kondisi anak yang kurus. Inilah yang menghambat atau mempersulit penambahan berat badan normal pada anak.

bocah lelaki kurus

Kapan dikatakan bahwa anak itu kurus?

Berdasarkan ketentuan WHO, ada dua indikator penilaian status gizi yang dapat digunakan untuk menilai kekurangan berat badan pada anak-anak. Yang pertama adalah indikator berat badan sesuai umur (BB / U), yang lebih khusus untuk anak usia 0-60 bulan. Yang kedua adalah indeks massa tubuh (BMI) berdasarkan usia (BMI / U), yang biasanya digunakan untuk anak usia 5-18.

Dikatakan bahwa anak-anak berusia antara 0 dan 60 bulan memiliki berat badan lebih sedikit ketika mereka mengukur indikator U / U di antara angka-angka yang lebih rendah dari standar deviasi dari -2 ke -3 (SD). Sedangkan anak-anak antara usia 5 dan 18 termasuk dalam kategori kurang berat jika indikator BMI / U berada dalam persentil kurang dari 5.

Baca Juga  6 Hal yang Perlu Diperhatikan Orang Tua Ketika Anaknya Punya Asma

Namun yang perlu dipahami adalah bahwa indikator BB / U umumnya tidak terlalu tinggi prioritasnya dalam menilai status gizi anak. Di sisi lain, indikator berat badan sering digunakan berdasarkan tinggi badan (BB / TB). Bukan tanpa alasan, karena indikator BB / TB dianggap lebih mampu menggambarkan pertumbuhan anak secara keseluruhan.

Apa saja gejala kekurangan berat badan pada anak-anak?

Gejala yang paling mudah terlihat jika berat badan anak lebih rendah, tubuh terlihat kurus. Kondisi ini terjadi karena jumlah energi yang dikonsumsi terlalu rendah dan tidak sebanding dengan energi yang dikeluarkan.

Dengan kata lain, asupan energi harian yang diperoleh mungkin tidak dapat memenuhi kebutuhan nutrisi harian anak. Lebih lanjut, berbagai gejala anak-anak yang kekurangan berat badan juga termasuk:

  • Rambut rontok dengan mudah
  • Sistem kekebalannya lemah, jadi mudah sakit
  • Mudah lelah
  • Kesulitan berkonsentrasi
  • Lebih sedikit energi selama kegiatan
  • Tulang cenderung rapuh
  • Pertumbuhan dan perkembangan tubuh agak lambat

Gejala lain yang dapat ditemukan bahkan oleh anak-anak dengan berat badan kurang adalah penampilan tulang dan vena yang terlihat jelas pada kulit. Faktanya, pembuluh darah biru ungu yang biasanya muncul di kulit tidak menonjol dengan sendirinya.

Para ahli medis mengatakan ini karena kulit anak-anak dengan berat badan kurang cenderung lebih kering dan lebih tipis. Inilah yang selanjutnya memperjelas penampilan aliran pembuluh darah. Namun, penampilan tulang dan vena di belakang kulit tidak selalu dikaitkan dengan gejala kekurangan berat badan pada anak-anak.

bocah lelaki kurus

Apa yang menyebabkan kekurangan berat badan pada anak-anak?

Ada berbagai hal yang menyebabkan anak kurus, termasuk:

1. Sejarah keluarga

Beberapa anak cenderung memiliki berat badan yang lebih sedikit dipengaruhi oleh karakteristik fisik keluarga mereka.

2. Metabolisme yang cepat

Tingkat metabolisme seseorang sering dikaitkan dengan perubahan berat badan yang sulit atau mudah. Anak-anak dengan sistem metabolisme yang cepat atau teratur cenderung lebih sulit untuk menambah berat badan.

Baca Juga  Manfaat Suplemen Zinc untuk Anak yang Diare - Halodokterku

Bahkan, sekalipun si anak sudah makan makanan berenergi tinggi.

3. Memiliki penyakit kronis

Penyakit yang dialami dalam waktu lama dapat memengaruhi status gizi anak. Apalagi jika penyakit itu merupakan penyakit menular.

Biasanya, penyakit menular sering menyebabkan gejala mual, muntah dan nafsu makan menurun pada anak-anak. Berbagai gejala seperti ini bisa mengurangi asupan makanan anak.

Penyakit kronis lainnya seperti kanker, diabetes, masalah tiroid dan gangguan pencernaan seperti penyakit Crohn dan kolitis ulserativa juga dapat secara drastis mengurangi berat badan.

4. Memiliki penyakit mental

Masalah dengan kesehatan mental bisa memengaruhi nafsu makan anak. Baik depresi, gelisah, gangguan obsesif-kompulsif (OCD), dan gangguan makan seperti anoreksia dan bulimia.

Apa efek dari berat badan kurang pada anak-anak?

Sedangkan untuk kelebihan berat badan, ada beberapa faktor risiko yang disembunyikan ketika seorang anak mengalami penurunan berat badan. Padahal, tidak semua anak dengan berat badan kurang akan mengalami efek buruk dari kondisi ini.

Namun, ada beberapa risiko yang bisa timbul karena berat badan anak lebih rendah, seperti:

  • Rentan terhadap osteoporosis nanti.
  • Rambut dan kulit mudah terganggu, karena kurangnya pasokan nutrisi harian yang berperan dalam menjaga kesehatannya.
  • Sangat mudah sakit karena asupan nutrisi yang tidak memadai yang dibutuhkan tubuh untuk melawan infeksi.
  • Merasa lelah sepanjang waktu, karena kurangnya asupan kalori yang optimal yang seharusnya berfungsi sebagai sumber energi.
  • Pertumbuhan anak yang lambat atau terganggu.

malnutrisi

Bagaimana Anda mengelola kekurangan berat badan pada anak-anak?

Cara utama yang biasanya dilakukan untuk mengatasi bobot pada anak adalah penerapan pola makan sehat setiap hari. Dalam hal ini, ahli gizi biasanya akan memberikan rekomendasi untuk menu harian bersama dengan aturan nutrisi yang tepat berdasarkan kondisi anak.

Nah, berikut adalah kunci menerapkan pola makan sehat sehingga berat badan anak-anak dengan berat badan kurang meningkat, yaitu:

1. Perbanyak makan cemilan

Jika anak Anda kesulitan makan atau nafsu makannya menurun, Anda bisa mengakali memberikan camilan sehat di sela antara rencana makan utama. Pilih camilan sehat yang kaya karbohidrat dan protein tinggi. Misalnya oatmeal, roti, selai kacang, almond dan sebagainya.

Baca Juga  Cara Mengatasi Demam Berdasarkan Usia

2. Makanlah dalam porsi kecil tetapi sering

Tidak jarang, anak-anak mengalami penurunan berat badan karena mereka tidak dapat menghabiskan terlalu banyak makanan. Alih-alih, berikan anak porsi makanan yang lebih kecil tetapi dengan lebih banyak waktu. Metode ini akan membantu anak-anak memenuhi kebutuhan nutrisi mereka.

3. Menyediakan makanan padat nutrisi

Agar kondisi bayi pulih dengan cepat, Anda harus memilih makanan yang penuh nutrisi. Jadi ketika Anda memberi makanan di bagian terkecil, Anda akan menerima nutrisi yang cukup.

Ini bisa menjadi cara untuk memenuhi kebutuhan nutrisi harian mereka. Contoh makanan kaya nutrisi, misalnya, tambahkan almond di atas sereal.

Selain metode di atas, dokter juga dapat meresepkan obat anti-mual dan stimulator nafsu makan untuk anak-anak yang kekurangan berat badan. Inilah sebabnya mengapa dokter baru akan memberikan opsi ini ketika perawatan di rumah tidak terlalu membuahkan hasil.

Tetapi selain itu, nutrisi harian untuk anak-anak yang kekurangan berat badan juga harus menerapkan sejumlah hal seperti:

  • Berikan beragam sayuran dan buah-buahan setiap hari.
  • Sumber karbohidrat tidak boleh dilupakan. Roti, nasi, kentang, pasta, dan umbi-umbian bisa menjadi pilihan yang baik.
  • Berikan segelas susu sapi atau pilihan alternatif, seperti susu kedelai atau yogurt.
  • Pastikan sumber protein Anda memenuhi kebutuhan anak-anak, misalnya dari kacang-kacangan, ikan, telur, daging dan lainnya.
  • Asupan minyak tidak jenuh meskipun dalam jumlah kecil harus dipenuhi.
  • Memenuhi kebutuhan cairan anak sekitar 6-8 gelas sehari.

Untuk anak di bawah usia 5 tahun, kebutuhan akan lemak sangat penting untuk mendukung perkembangan fungsi tubuh dan otak. Secara keseluruhan, makanan sehari-hari anak tidak boleh mengandung terlalu banyak aroma dan pewarna tambahan dan tidak ada pengawet yang disediakan.

Baca juga:

Saya Harap berita kesehatan ini dapat memberikan manfaat untuk siapapun yang membutuhkan informasi tentang Bagaimana Cara Mengetahui Ketika Anak Underweight (BB Kurang)?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here