Halo Bun Selamat datang di halodokterku.com. Semoga artikel ini bisa menambah pembelajaran kita tentang informasi kesehatan tentang Bayi Demam Naik Turun, Apakah Berbahaya? Bagaimana Mengatasinya?.

Semua orang tua harus khawatir dan khawatir jika anak mengalami demam naik turun dalam periode tertentu. Banyak orang tua yang sebenarnya memiliki ketakutan dan kebingungan saat menghadapi demam naik turunnya anak. Karena itu, orangtua harus tahu apa yang bisa menyebabkan demam naik turun untuk anak dan bagaimana cara mengatasi kondisi tersebut.

Apa penyebab demam bayi naik turun?

Padahal, banyak hal yang bisa menyebabkan demam naik-turun bagi anak, apakah itu karena infeksi virus atau bakteri yang menyerang anak. Anak Anda mungkin sering demam, tetapi jangan khawatir karena demamnya tidak terlalu buruk untuk bayi.

Pada dasarnya, demam adalah bentuk respons sistem kekebalan anak yang sedang berjuang dan mempertahankan diri dari serangan virus, bakteri, atau zat asing lainnya. Jika anak mengalami demam, ini menunjukkan bahwa sistem kekebalan tubuh cukup reaktif terhadap infeksi yang terjadi.

Baca Juga  Masa Kecil Anak yang Berharga Bisa Direnggut Oleh 7 Hal Ini

Namun, berhati-hatilah jika anak Anda mengalami demam yang naik turun terlalu sering, karena ada kemungkinan ia memiliki infeksi bakteri atau virus yang cukup berbahaya, seperti pneumonia, infeksi saluran kemih, infeksi telinga atau meningitis. .

Apa yang harus dilakukan ketika demam naik dan turun?

Untuk mengatasi demam pada bayi baru lahir, ada beberapa hal yang bisa dilakukan orang tua. Berikut ini beberapa saran untuk menangani anak yang demam:

  • Kompres bayi dengan handuk yang direndam dalam air panas. Tempatkan bungkusan di lipatan tubuh seperti lipatan ketiak, selangkangan dan lipatan leher.
  • Beri anak Anda cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi. Cairan yang bisa diberikan dalam bentuk ASI atau air. Tergantung pada usia anak, jika anak tersebut kurang dari 6 bulan, yang terbaik adalah memberikan ASI saja kepada anak.
  • Usahakan untuk mengenakan pakaian tipis dan nyaman untuk anak-anak, jangan gunakan pakaian tebal.
  • Jangan mandi atau kompres bayi dengan air dingin atau es batu.
  • Jika anak berusia lebih dari 6 bulan, obat dapat diberikan untuk mengurangi panas seperti tylenol atau ibuprofen, tetapi jangan berikan aspirin pada anak.
Baca Juga  5 Jenis Terapi Perilaku untuk Anak Autis yang Perlu Anda Ketahui

Demam pada bayi baru lahir yang tidak perlu khawatir

Anda tidak boleh panik dan takut jika anak Anda mengalami demam naik-turun. Anak itu akan baik-baik saja jika:

  • Demam anak naik dan turun dalam waktu kurang dari 5 hari.
  • Suhu tubuh anak di bawah 39 derajat Celcius jika anak memiliki 3 bulan hingga 3 tahun.
  • Demam suhu rendah setelah vaksinasi kepada anak. Demam ini biasa terjadi pada anak-anak dan akan berlangsung kurang dari 48 jam.
Baca Juga  3 Tips Jitu Memilih Sunblock Anak yang Aman untuk Kulitnya

Demam pada bayi baru lahir yang harus diperiksa oleh dokter

Walaupun demam adalah kondisi atau tahap normal yang pasti dialami oleh setiap anak, tetapi Anda juga harus memperhatikan ketika demam anak tidak lagi normal dan menunjukkan beberapa masalah kesehatan. Berikut ini adalah tanda-tanda bahwa Anda harus membawa anak dengan demam ke dokter:

  • Demam anak naik dan turun selama lebih dari 5 hari. jika demam tidak hilang, mungkin anak tersebut menderita penyakit serius.
  • Demam di atas 40 derajat celcius.
  • Demam tidak berkurang selama beberapa waktu.
  • Anak-anak mengalami penurunan nafsu makan dan menjadi sangat menuntut dan lesu.
  • Bereksperimenlah dengan berbagai gejala lain seperti diare, muntah, dan sembelit.

Baca juga:

Mudah-mudahan Informasi kesehatan ini mampu menghasilkan manfaat kepada siapapun yang membutuhkan informasi mengenai Bayi Demam Naik Turun, Apakah Berbahaya? Bagaimana Mengatasinya?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here