Hai Bunda Selamat datang di halodokterku.com. Semoga artikel ini mampu menambah pembelajaran kita tentang info kesehatan tentang Berapa Kali Operasi Caesar yang Boleh Dijalani Seorang Wanita? • Halodokterku.

Menjelang akhir kehamilan Anda, Anda mungkin berpikir untuk melahirkan. Ada beberapa cara untuk melahirkan, seperti pemotongan normal dan operasi caesar. Dengan cara normal, Anda akan melahirkan langsung melalui vagina, metode ini paling direkomendasikan. Namun, kadang-kadang, ketika Anda telah memilih metode normal, ada beberapa kendala, sehingga Anda dan tim medis harus membuat keputusan lain, seperti operasi caesar. Caesar bukanlah pilihan pertama yang akan direkomendasikan oleh dokter ketika janin cukup baik untuk dilahirkan secara normal, karena risiko operasi cukup luas. Anda perlu ahli dengan kualifikasi profesional untuk melakukan operasi caesar, maka, jika pada kehamilan pertama Anda sulit untuk menjalani operasi caesar, dapatkah Anda melakukan operasi caesar? Berapa banyak operasi caesar yang bisa dibuat?

Mengapa operasi caesar merupakan pilihan alternatif?

Proses penyembuhan postpartum untuk setiap wanita berbeda. Beberapa wanita dapat pulih dengan periode waktu yang sama setelah menjalani operasi caesar. Sementara beberapa yang lain menjalani proses penyembuhan yang lebih lama, beberapa bahkan mengalami penyembuhan yang sulit setelah operasi setelah melakukan operasi kedua. Menurut David Ghausi, DO, presiden departemen kebidanan dan ginekologi di Rumah Sakit Los Robles Thousand Oaks, California, yang dikutip oleh Fit Pregnancy, tidak jarang menemukan sangat mudah untuk pulih dari operasi caesar, menurut berbagai sumber kesehatan, ada pro dan kontra dari operasi caesar, tidak ada aturan yang tepat tentang berapa kali operasi caesar dapat dilakukan. Menurut Jason S. James, MD, presiden Departemen Obstetri dan Ginekologi di Rumah Sakit Miami Baptist, mengutip Fit Pregnancy, "Saya melakukan enam operasi caesar (sesar) pada seorang wanita dengan hampir tanpa komplikasi atau kesulitan, dan saya melakukan operasi caesar dengan banyak adhesi dan komplikasi potensial. "

Baca Juga  Kapan Harus Mengunjungi Dokter Saat Sedang Berusaha Hamil - Halodokterku

Berapa kali operasi caesar dapat dilakukan?

Tidak ada batasan berapa kali operasi caesar harus dilakukan. Namun, pendapat lain mengatakan bahwa ada peningkatan risiko setelah operasi caesar ketiga pada beberapa orang. Selain itu, persalinan normal tidak dianjurkan bahkan setelah melakukan operasi caesar tiga kali. Berikut ini adalah risiko wanita menjalani beberapa operasi caesar:

Baca Juga  Mengenal Metode External Cephcalic Version (ECV), Cara Mengubah Posisi Bayi Sungsang
  • Jaringan luka di sepanjang rahim dan organ di sekitarnya. Kantong jaringan yang menyerupai bekas luka (adhesi) terbentuk dengan peningkatan ketebalan setelah setiap operasi perut. Ini membuat wanita sulit melahirkan.
  • Kerusakan usus dan kandung kemih Luka kandung kemih dapat terjadi, tetapi sangat jarang pada seksio sesaria pertama, risikonya ditemukan pada seksio sesarea berikutnya. Peningkatan risiko ini disebabkan oleh serangan yang terbentuk setelah operasi sesar pertama atau sebelumnya, yang mengikat kandung kemih ke rahim. Adhesi dapat menyebabkan penyumbatan pada usus kecil.
  • Pendarahan besar. Sangat mungkin bahwa akan ada perdarahan hebat setelah beberapa operasi caesar. Untuk mengendalikan perdarahan, risiko pengangkatan rahim atau histerektomi sangat mungkin terjadi. Pasien juga akan membutuhkan transfusi darah. Penelitian menunjukkan bahwa risiko histerektomi meningkat dari 0,65% setelah menjalani operasi caesar pertama menjadi 2,41% setelah menjalani operasi caesar keempat. Jika Anda telah melakukan kelas enam, Anda akan membutuhkan 99% histerektomi.
  • Masalah plasenta. Semakin banyak kesalahan yang Anda lakukan, semakin tinggi risiko memiliki masalah dengan plasenta. Kasing dapat berupa plasenta yang terlalu dalam pada dinding rahim (plasenta akreta), atau plasenta sebagian atau seluruhnya menutupi pembukaan serviks (plasenta previa). Penelitian menunjukkan risiko peningkatan plasenta meningkat dari 0,24 persen selama operasi sesar pertama menjadi 2,13 persen setelah menjalani operasi sesar keempat.
  • Picu hernia, diastasis recti (ketika otot-otot perut terpisah dan menonjol ke perut) dan mati rasa dan rasa sakit di daerah sayatan. Endometriosis (pertumbuhan jaringan endometrium yang dapat menonjol dari rahim) juga dapat terjadi pada sayatan.
Baca Juga  7 Manfaat Makan Agar-Agar bagi Kehamilan

Apakah ada pilihan lain selain sesar?

Untuk menghindari kelahiran sesar, kelahiran normal masih menjadi pilihan utama. Kelahiran normal juga bisa dilakukan setelah melahirkan sesar. Namun, operasi caesar tidak akan dilakukan ketika risiko penyiraman rahim selama persalinan akan meningkat 2-3%. Jika Anda perlu melakukan operasi caesar, pastikan dokter Anda menjelaskan risikonya. Melakukan operasi sesar pada kelahiran pertama dapat dilakukan, tetapi untuk menghindari komplikasi, perlu menunggu hingga 6 bulan setelah melahirkan sesar sampai kehamilan kembali.

Mudah-mudahan berita kesehatan ini mampu memberikan manfaat kepada siapapun yang butuh informasi mengenai Berapa Kali Operasi Caesar yang Boleh Dijalani Seorang Wanita? • Halodokterku.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here