Hai Selamat datang di halodokterku.com. Semoga artikel ini dapat menambah wawasan kita tentang info kesehatan tentang Diabetes Gestasional dan Pengaturan Pola Makan Selama Hamil.

Diabetes gestasional adalah kondisi munculnya diabetes selama kehamilan, bahkan jika tidak ada riwayat diabetes sebelum kehamilan. Diabetes gestasional adalah komplikasi kehamilan yang cukup umum. Diabetes gestasional biasanya mulai berkembang sekitar minggu ke-24 kehamilan. Diabetes selama kehamilan dapat memengaruhi kesehatan ibu dan janin. Jika Anda didiagnosis menderita diabetes gestasional, penting bagi Anda untuk mengelola diet sehat.

Diet ideal untuk wanita hamil yang menderita diabetes gestasional, bagaimana?

Sama seperti penderita diabetes lainnya, jumlah asupan karbohidrat dapat meningkatkan kadar gula darah (glukosa). Glukosa ini akan digunakan oleh tubuh sebagai sumber energi utama.

Untuk mencegah peningkatan gula darah ketika diabetes gestasional terjadi, Anda dapat melakukan hal berikut:

  • Makanlah dalam porsi kecil, tetapi sering (daripada 3 kali sehari, dalam porsi besar, yang terbaik adalah makan 6 kali dalam sehari dalam porsi kecil) untuk menjaga stabilitas berat badan selama kehamilan.
  • Sebarkan makanan. Yang terbaik adalah membuat makanan kecil dengan 3 kali waktu utama dan makan 3 camilan yang dalam sehari hanya makan 3 kali dalam porsi besar
  • Jangan menunda makan, makan teratur.
  • Kurangi makanan yang mengandung karbohidrat seperti roti, susu, buah, permen dan minuman bersoda.
Baca Juga  Apa Saja Imunisasi yang Aman Bagi Ibu Hamil?

Jenis karbohidrat ini baik untuk wanita hamil dengan diabetes

Pilih karbohidrat kompleks untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari Anda seperti roti gandum, kentang, beras merah, oatmeal, oatmeal, kuinoa jagung, buah segar, yogurt, dan lainnya. Sumber karbohidrat ini adalah karbohidrat yang juga kaya akan zat lain seperti vitamin, mineral, dan energi yang dibutuhkan oleh ibu dan janin. Makan secara teratur di siang hari. Tetapi bagian itu harus dihitung agar tidak berlebihan.

Sumber makanan karbohidrat kompleks memiliki nilai indeks glikemik yang rendah. Satu studi melaporkan bahwa wanita hamil dengan diabetes gestasional yang makan makanan indeks glikemik rendah cenderung kurang bergantung pada injeksi insulin untuk menyeimbangkan kadar gula darah. Alasannya adalah bahwa makanan dengan indeks glikemik rendah akan membuat Anda merasa lebih lama, sehingga keinginan ngemil pada permen bahkan lebih terkontrol.

Bagaimana dengan gula? Gula masih bisa dikonsumsi oleh wanita hamil yang menderita diabetes gestasional. Namun, hanya setengah sendok teh gula untuk setiap makan besar.

Baca Juga  Kehamilan Kembar – Persalinan dan Persiapan

Berapa banyak karbohidrat yang harus Anda konsumsi?

Kebutuhan karbohidrat setiap orang sangat berbeda, tergantung pada usia, tingkat aktivitas fisik, kadar gula darah, berat badan, dan kondisi kesehatan. Karena itu, Anda harus mendiskusikannya dengan dokter kandungan Anda atau meminta rujukan ke ahli gizi untuk merancang diet sehat dan jumlah karbohidrat yang Anda butuhkan.

Gambaran umum kira-kira mirip dengan ini: sarapan 15-30 gram karbohidrat, camilan pagi hari 15-30 gram karbohidrat, makan siang 45-60 gram karbohidrat, camilan sore hari 15-30 gram karbohidrat dan makan malam 45-60 gram karbohidrat karbohidrat.

Untuk perkiraan, 15 gram karbohidrat setara dengan:

  • sepotong roti segar
  • 1/2 pon beras (+/- 50 gram)
  • ½ potong kentang berukuran sedang
  • 1 apel sedang
  • 1 pisang kecil
  • 2 kiwi
  • ½ irisan mangga ukuran sedang
  • segelas susu sapi (± 250 ml)

Usahakan untuk tidak mengonsumsi terlalu banyak karbohidrat di awal hari, karena gula darah Anda cenderung naik di pagi hari.

Bagaimana dengan protein?

Protein diperlukan untuk pertumbuhan anak dan untuk kebutuhan tubuh ibu. Sumber protein yang baik adalah daging rendah lemak, ayam dan kulit tanpa lemak, ikan, telur, kacang-kacangan. Makanan ini aman karena tidak secara langsung mempengaruhi gula darah.

Baca Juga  Rainbow Baby, Bayi yang Lahir Setelah Keguguran

Berapa konsumsi lemak yang dibutuhkan?

Asupan lemak tidak secara langsung mempengaruhi gula darah ibu. Namun, makan banyak lemak bisa menambah berat badan. Berat badan berlebih selama kehamilan akan mempersulit proses persalinan dan membuatnya lebih sulit untuk mengontrol kadar gula darah.

Batasi jumlah lemak yang dikonsumsi, khususnya lemak jenuh (mentega, daging berlemak) dan gantikan dengan sejumlah kecil lemak tak jenuh. Contoh sumber makanan dari lemak tak jenuh adalah minyak zaitun, minyak bunga matahari, alpukat. Pilih daging tanpa lemak dan produk susu rendah lemak.

Hal-hal lain yang membutuhkan perhatian

Juga, jangan lupa minum alkohol dan batasi konsumsi kafein Anda, baik dari kopi, teh atau minuman berenergi. Perbanyak konsumsi serat selama kehamilan untuk mencegah sembelit dan menstabilkan peningkatan gula darah dari makanan lain. Buah-buahan, sayuran, dan kacang-kacangan seperti kacang polong adalah sumber serat tubuh yang baik.

Baca juga:

Saya Harap info kesehatan ini dapat memberi manfaat kepada siapapun yang butuh informasi mengenai Diabetes Gestasional dan Pengaturan Pola Makan Selama Hamil.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here