Halo Selamat datang di halodokterku.com. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang info kesehatan tentang Gejala Cerebral Palsy Pada Bayi yang Harus Anda Ketahui.

Cerebral palsy atau biasa disebut cerebral palsy adalah kelainan yang memengaruhi otot, saraf, gerakan, dan kemampuan seseorang untuk bergerak secara terkoordinasi dan langsung. Kondisi ini disebabkan oleh kerusakan otak yang terjadi sebelum atau selama kelahiran anak, bahkan ketika anak berusia 3 hingga 5 tahun.

Apa saja gejala cerebral palsy?

Gejala cerebral palsy berkisar dari ringan hingga parah dan biasanya tidak terlalu jelas untuk diamati setelah bayi lahir. Gejala-gejala ini juga bervariasi tergantung pada bagian otak yang terlibat. Beberapa kasus hanya dapat mempengaruhi satu sisi tubuh dan beberapa bahkan mempengaruhi seluruh tubuh.

Tetapi secara umum, gejala utama cerebral palsy adalah bahwa ada masalah dengan gerakan, koordinasi dan perkembangan anak. Berikut ini adalah beberapa gejala cerebral palsy:

  • Adanya keterlambatan perkembangan pada anak-anak, misalnya, tidak bisa duduk ketika usia sudah memasuki 8 bulan atau tidak bisa berjalan ketika usia 18 bulan
  • Gerakan tangan dan kaki yang tidak normal
  • Masalah koordinasi otot yang buruk membuat sulit untuk melakukan gerakan yang benar
  • Pelatihan otot abnormal
  • Tremor: adanya gerakan yang tidak terkontrol atau terkontrol di beberapa bagian tubuh
  • Kekakuan otot dengan gerakan kaku, terutama kaki, tangan dan punggung
  • Gunakan hanya satu sisi tubuh Anda untuk melakukan aktivitas, seperti meraih sesuatu dengan satu tangan
  • Cara berjalannya tidak normal, misalnya berjalan dengan kaki bersilang seperti gunting, jari kaki atau mengangkang
Baca Juga  Waspada, Cacingan Pada Anak Bisa Menghambat Pertumbuhannya

Selain masalah koordinasi dan gerakan tubuh, umumnya seseorang dengan cerebral palsy juga menunjukkan beberapa gejala gangguan neurologis, termasuk

  • Kesulitan berbicara atau berkomunikasi
  • Gangguan pendengaran
  • Ketidakcukupan visual seperti menyipitkan mata
  • Gangguan kecerdasan seperti ketidakmampuan anak untuk belajar
  • Gangguan mental
  • Memiliki inkontinensia urin atau kesulitan dalam kontrol kandung kemih yang membuatnya sulit untuk menahan urin
  • Miliki respons abnormal terhadap sentuhan atau rasa sakit
  • Gangguan makan pada anak seperti kesulitan menelan (disfagia)
  • Air liur terus menerus atau "mengces"
  • Kelainan bentuk tulang, terutama di tulang pinggul dan di kolom tulang belakang (skoliosis)
  • Mudah mengalami dislokasi atau cedera sendi
  • Dia memiliki penyakit asam lambung
Baca Juga  Mengatasi Kolik Pada Bayi Dengan Akupuntur, Apakah Aman?

Apa yang menyebabkan cerebral palsy?

Cerebral palsy disebabkan oleh gangguan perkembangan dan kerusakan pada otak yang sedang berkembang. Kerusakan otak biasanya terjadi sebelum kelahiran, tetapi juga bisa terjadi selama kelahiran atau awal kehidupan anak Anda. Dalam kebanyakan kasus, penyebab pasti dari cerebral palsy tidak diketahui. Namun, beberapa penyebab umum biasanya meliputi:

  • Kekurangan oksigen ke otak selama persalinan
  • Kelahiran prematur
  • Penyakit kuning parah pada bayi baru lahir
  • Infeksi pada ibu seperti campak, herpes simpleks Jerman, rubella, sifilis, dll.
  • Infeksi otak seperti ensefalitis dan meningitis
  • Pendarahan itu terjadi di otak
  • Cidera kepala karena kecelakaan lalu lintas, jatuh atau pelecehan anak

Bagaimana cara mendiagnosis kelumpuhan otak?

Cerebral palsy dapat didiagnosis sejak dini pada bayi yang diketahui berisiko mengalami kondisi ini karena kelahiran prematur atau masalah kesehatan lainnya. Namun, secara umum jika anak tidak menunjukkan faktor risiko yang menyebabkan cerebral palsy, akan sulit untuk membuat diagnosis.

Baca Juga  Efek Samping Vaksin Rubella (Vaksin MR) yang Mungkin Terjadi

Bahkan dalam beberapa kasus, hasil diagnosis cerebral palsy dapat diketahui hanya setelah dokter melihat keterlambatan perkembangan anak, seperti terlambat duduk, berjalan, dan berbicara. Tingkat keparahan penyakit ini hanya dapat diketahui dengan jelas ketika anak-anak berusia tiga hingga empat tahun.

Untuk mengkonfirmasi diagnosis, dokter biasanya melakukan serangkaian tes seperti tes darah, CT scan, pencitraan resonansi magnetik, USG, EMG dan sebagainya. Tidak ada obat untuk cerebral palsy, tetapi perawatan, terapi, peralatan khusus dapat membantu anak-anak memiliki kehidupan yang lebih baik.

Baca juga:

Mudah-mudahan info kesehatan ini mampu memberi manfaat untuk siapapun yang butuh informasi tentang Gejala Cerebral Palsy Pada Bayi yang Harus Anda Ketahui.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here