Hai Bun Selamat datang di halodokterku.com. Semoga artikel ini mampu menambah wawasan kita tentang informasi kesehatan tentang Impetigo pada Bayi, Ketika Kulit Melepuh Mirip Cacar. Apakah Berbahaya?.

Kulit bayi yang merah dan kandung kemih tidak selalu merupakan pertanda cacar air. Bisa juga infeksi kulit lain yang memiliki gejala serupa, yaitu impetigo. Impetigo adalah penyakit kulit menular yang ditandai oleh luka merah pada wajah, di sekitar hidung atau mulut. Impetigo umumnya menyerang bayi dan anak-anak. Apa karakteristik impetigo pada anak-anak dan bagaimana Anda memperlakukan mereka? Cari tahu lebih lanjut di artikel ini.

Sekilas tentang impetigo

Impetigo adalah infeksi kulit yang disebabkan oleh bakteri Staphylococcus aureus atau Streptococcus pyogenes. Bakteri ini biasanya masuk ke tubuh anak melalui luka pada kulit, walaupun infeksi juga dapat terjadi pada anak-anak yang kulitnya sehat.

Secara umum, impetigo dapat menyembuhkan dirinya sendiri dari waktu ke waktu. Tetapi masih penting bagi orang tua untuk mengurangi risiko penularan bakteri ke anak-anak lain, sehingga impetigo pada anak-anak belum ditangani secepat mungkin.

Baca Juga  8 Hal Yang Boleh dan Tidak Boleh Dilakukan

Karena penularan bakteri impetuous dapat terjadi melalui kontak fisik langsung dengan anak-anak impetigo atau melalui perantara, seperti pakaian, handuk, serbet, dll. Dibagikan sebelumnya. Bakteri akan lebih mudah menginfeksi anak-anak yang mengalami cedera, seperti cedera akibat gigitan serangga, jatuh atau benda tajam. Bisa juga karena luka yang disebabkan oleh infeksi kulit lainnya, seperti eksim, kudis atau infeksi kutu. Impetigo lebih umum terjadi ketika iklim panas dan lembab.

Apa saja gejala impetigo pada anak-anak?

Infeksi kulit ini adalah kandung kemih atau luka terbuka pada kulit, yang kemudian menciptakan kerak kuning atau coklat.

Impetigo dapat terjadi di mana saja pada kulit tubuh anak. Namun, lepuh paling umum ditemukan di sekitar hidung dan mulut, tangan, lengan, dan area popok.

Ada dua jenis impetigo yang berbeda sesuai dengan gejala yang ditimbulkannya, yaitu:

  • Impetigo bulosa, ditandai oleh lepuh dan kulit penuh cairan. Munculnya impetigo bulosa biasanya disertai demam dan pembengkakan kelenjar getah bening.
  • Krustosa atau impetigo bukan bulosa, ditandai dengan munculnya bintik-bintik merah, seperti luka yang meninggalkan kerak kecoklatan. Meskipun tidak memiliki lepuh, impetigo krustosa lebih menular daripada impetigo yang melepuh.
Baca Juga  Eksim Susu di Pipi Bayi, Benarkah Disebabkan Karena Terkena ASI?

Bagaimana cara mengobati impetigo pada bayi baru lahir?

Beberapa kasus impetigo dapat sembuh dengan sendirinya dalam waktu dua atau tiga minggu tanpa pengobatan. Namun, resep antibiotik dari dokter dapat mempercepat penyembuhan hingga 7-10 hari. Ini juga dapat mengurangi risiko penularan ke bayi lain dan anak-anak di sekitarnya. Impetigo dapat diobati menggunakan antibiotik topikal atau minum antibiotik.

Antibiotik topikal digunakan jika infeksinya masih ringan, ditemukan di suatu daerah dan belum menyebar ke mana-mana. Minum antibiotik digunakan jika gejala impetigo tidak dapat diobati dengan antibiotik topikal, kondisinya semakin memburuk dan menyebar ke bagian lain.

Jika perawatan dengan antibiotik tidak memiliki efek setelah tiga hari, dokter akan memeriksa sampel kulit yang terinfeksi di laboratorium untuk melihat apakah ada kemungkinan infeksi selain impetigo.

Tes laboratorium juga harus dilakukan jika impetigo terjadi lagi. Impetigo biasanya muncul kembali karena masih ada bakteri yang bersarang di beberapa daerah, seperti hidung, sehingga mudah menginfeksi daerah sekitarnya yang tampaknya terluka. Jika terbukti benar, bakteri harus dihilangkan dengan obat antiseptik khusus yang dapat digunakan pada hidung.

Baca Juga  9 Cara Memanfaatkan Minyak Kelapa untuk Bayi - Halodokterku

Bagaimana cara anak dicegah menyebarkan infeksi ke orang lain?

Jika impetigo anak tidak diobati, anak dapat menularkan infeksi selama beberapa minggu. Setelah anak mulai perawatan antibiotik atau ketika ruam mulai sembuh dan kering, sekitar 24-48 jam setelah anak tidak lagi menular. Sementara itu, jauhkan anak Anda dari TK dan kontak langsung dengan orang yang berbeda.

Jaga kebersihan bayi Anda, seperti mencuci pakaian, seprai, dan handuk Anda setiap hari dan menjaga teman dan keluarga dari berbagi sabun, handuk, sikat rambut, atau barang-barang pribadi lainnya dengan anak Anda. Kenakan sarung tangan saat mengoleskan salep antibiotik pada anak Anda dan cucilah tangan Anda dengan baik sesudahnya. Pastikan semua anggota keluarga Anda mencuci tangan secara teratur dengan sabun dan air.

Baca juga:

Saya Harap info kesehatan ini mampu menghasilkan manfaat kepada siapapun yang butuh informasi tentang Impetigo pada Bayi, Ketika Kulit Melepuh Mirip Cacar. Apakah Berbahaya?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here