Halo Bun Selamat datang di halodokterku.com. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang informasi kesehatan tentang Kehamilan Anggur Masih Mungkin Diselamatkan Tidak?.

Kehamilan adalah fase menunggu bagi beberapa pasangan yang sedang menunggu kehadiran anak. Namun, Anda harus berhati-hati, tidak semua gejala awal kehamilan adalah tanda kehamilan yang sebenarnya. Gejala kehamilan anggur mirip dengan kehamilan pada umumnya. Kehamilan anggur ini adalah kondisi yang cukup salah. Sebab, sebenarnya tidak ada pertumbuhan pada calon anak. Jadi konten ini dapat disimpan untuk menjadi anak dan dilahirkan? Ini ulasannya.

Bisakah kondisi kehamilan anggur diselamatkan?

penyakit yang membahayakan kehamilan

Kehamilan anggur adalah suatu kondisi yang terjadi ketika sel telur yang dibuahi gagal menjadi embrio. Akibatnya, anggur dalam kehamilan tidak akan terus menjadi janin bagi seorang anak.

Karena itu, kondisi anggur pada kehamilan tidak dapat diselamatkan, dan biasanya ada perawatan khusus untuk mengambil jaringan yang tidak normal. Seringkali sel telur dan sperma yang meleleh juga disebut tahi lalat, bukan embrio.

Baca Juga  Seks Lansia, 6 Kunci Rahasia agar Tetap Bergairah - Halodokterku

Gejala awalnya memang sangat mirip dengan kehamilan seperti pada umumnya. Bahkan jika diuji menggunakan paket tes atau tes kehamilan, Anda akan melihat hasil positif. Namun, jika dilihat menggunakan ultrasound (USG), pertumbuhan embrio belum ditemukan.

Pada trimester pertama minggu ke delapan, kondisi kehamilan anggur dapat dilihat dari gejala yang paling khas, yaitu pendarahan vagina selama kehamilan trimester pertama.

Padahal, dari diagnosa awal dengan USG di awal pengetahuan Anda tentang kehamilan positif, kondisi ini bisa dideteksi segera oleh dokter. Setelah terdeteksi, kehamilan ini tentu tidak dapat dilanjutkan atau disimpan, tetapi harus dihapus karena itu bukan embrio. Ini adalah jaringan abnormal yang tumbuh di dalam rahim.

Baca Juga  Refleksi Kaki Saat Hamil Bisa Redakan Lelah, Tapi Ada Syaratnya

Wanita hamil anggur dapat diselamatkan dengan perawatan yang tepat

perdarahan pasca kuretase

Jika Anda didiagnosis, jangan biarkan kehamilan ini berlanjut. Jika tidak ada pengobatan yang tepat, perdarahan lebih lanjut akan terjadi. Akibatnya, wanita hamil tidak bisa diselamatkan.

Tindakan yang biasa dilakukan adalah D & C (pelebaran dan kuretase), atau pembesaran dan kuretase untuk mengangkat jaringan abnormal di dalam rahim. Prosedur D & C ini dapat dilakukan setelah anestesi umum atau lokal.

Selanjutnya, untuk membuat D & C, dokter akan memasukkan alat ke dalam vagina untuk membersihkan serviks dan vagina dengan larutan antiseptik dan melebarkan serviks dengan batang logam tipis.

Ketika instrumen mampu memasuki alat berbentuk sendok yang disebut kuret, ia akan mengikis sisa jaringan abnormal di dinding rahim.

Jika tidak dikelola, risiko untuk ibu sangat besar

fitur kehamilan anggur

Kehamilan anggur tidak bisa dibiarkan begitu saja. Karena kehamilan ini sebenarnya tidak tercakup oleh embrio yang benar-benar tumbuh. Jadi jangan memaksakan diri untuk melanjutkan kehamilan ini. Kehamilan anggur harus segera diatasi untuk menjaga kesehatan ibu dan mencari kehamilan nanti.

Baca Juga  Pap Smear Setelah Melahirkan, Kapan Harus Dilakukan?

Bahkan, sekali kehamilan ini diatasi dapat menyebabkan komplikasi, khususnya GTN (Gestational Trophoblastic Neoplasm). Ini terjadi pada sekitar 20% kasus kehamilan anggur, bahkan jika kuret dilakukan.

GTN adalah suatu kondisi di mana jaringan abnormal yang telah diangkat masih ada dan dapat berkembang jauh ke dalam lapisan tengah dinding rahim. Kondisi ini akan menyebabkan perdarahan vagina lagi.

Jika GTN ini terjadi, pengobatan yang paling umum adalah kemoterapi atau pengangkatan rahim (histerektomi).

Baca juga:

Semoga Informasi kesehatan ini dapat menghadirkan manfaat untuk siapapun yang memerlukan informasi mengenai Kehamilan Anggur Masih Mungkin Diselamatkan Tidak?.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here