Hai Bunda Selamat datang di halodokterku.com. Semoga artikel ini bisa menambah pembelajaran kita tentang info kesehatan tentang Ketahui Gejala Trauma Anak yang Bisa Berubah Menjadi PTSD.

Seseorang yang melihat atau mengalami suatu peristiwa, oleh karena itu berdampak pada respons emosionalnya, dapat dikatakan mengalami trauma. Trauma ini dapat terjadi pada usia anak-anak, bukan hanya orang dewasa. Trauma pada anak-anak yang tidak diobati dapat menyebabkan PTSD. Apa PTSD pada anak-anak?

Apa yang dimaksud dengan trauma PTSD pada anak-anak? Apakah Semua Trauma Mengarah ke PTSD?

PTSD adalah gangguan stres pasca-trauma, di mana itu adalah gangguan psikologis yang terjadi setelah seorang anak mengalami atau menyaksikan peristiwa yang tidak menyenangkan, yaitu trauma.

Misalnya, trauma pada seorang anak yang dapat berubah menjadi PTSD dapat disebabkan oleh peristiwa seperti bencana, kecelakaan, kekerasan atau kematian seseorang yang memiliki hubungan dekat dengan anak tersebut.

Namun perlu diingat bahwa tidak semua trauma pada anak-anak menyebabkan PTSD. Namun, setiap anak memiliki faktor yang memungkinkannya mengatasi trauma.

Misalnya, dengan dukungan lingkungan sosial yang baik, anak-anak dapat mengelola emosi mereka dan konsep diri yang baik.

Setiap peristiwa yang terjadi pada seorang anak juga memiliki dampak yang berbeda. Misalnya, dua anak yang berbeda melihat kecelakaan.

Baca Juga  4 Cara Memelihara Bakteri Baik untuk Kesehatan Si Kecil

Pada anak pertama, efeknya hanya bisa berupa ketakutan dan air mata. Setelah menyaksikan kecelakaan itu, dia bisa ceria lagi tanpa ada keluhan. Sementara pada anak kedua, setelah melihat kecelakaan itu, sikapnya bisa berubah diam-diam dan menunjukkan tanda-tanda PTSD.

Apa saja gejala anak yang mengalami trauma yang mengarah ke PTSD?

Ada beberapa fitur PTSD karena trauma yang dapat dilihat orang tua pada anak setelah mengalami peristiwa traumatis:

  • Anak itu berulang kali mengalami stres pada acara tersebut. Misalnya, anak-anak suka bermain kecelakaan yang mereka lihat, atau anak-anak yang mengaku memikirkannya terus menerus
  • Anak itu memiliki mimpi buruk dan terkait dengan acara tersebut;
  • Anak-anak mengulangi reaksi ketika peristiwa terjadi, seperti ketakutan, menjerit, menangis
  • Anak-anak menghindari apa pun yang mengingatkan kita pada peristiwa itu, misalnya kecelakaan yang menghindari mobil
  • Anak-anak merasa sulit untuk fokus pada sesuatu
  • Anak-anak menjadi mudah kaget

Adakah yang bisa dilakukan orang tua ketika anak itu trauma untuk menghindari PTSD?

Ada beberapa hal yang dapat dilakukan orang tua untuk mencegah kejadian traumatis pada anak-anak tanpa menyebabkan PTSD. Orang tua dapat mengambil tindakan berikut:

Baca Juga  Penyebab Asma Pada Anak yang Perlu Diwaspadai - Halodokterku

1. Orang tua dapat bertanya apa yang dipikirkan anak-anak, apa yang mereka lihat dan bagaimana perasaan mereka setelah melihat peristiwa traumatis itu.

2. Orang tua dapat membiarkan anak-anak mengekspresikan perasaan mereka sambil mendengarkan dengan seksama. Jika anak sulit diungkapkan dengan cerita langsung, Anda dapat menemukan perasaannya melalui cara lain.

Misalnya, seperti ketika dia sedang menggambar dan berusaha mencari tahu apa yang dia katakan tentang apa yang dia gambar. Jadi ketika anak-anak bermain dengan boneka, orang tua juga bisa bertanya apa yang dilakukan boneka mereka. Dengan cara ini, orang tua dapat menemukan isi perasaan anak

3. Anak-anak di bawah usia 6 tahun biasanya merasa lebih mudah untuk mengekspresikan perasaan mereka dengan simbol dari apa yang mereka gambar dan boneka yang mereka mainkan

4. Orang tua juga dapat membantu menciptakan rasa percaya diri. Misalnya, dengan mengatakan, "Tenang, Saudaraku, ini ayah dan ibu yang merawatmu, sekarang kamu aman". Anda juga bisa memberikan pelukan hangat atau membelai bayi untuk menambah keamanannya.

5. Selanjutnya, orang tua dapat mengajak anak-anak untuk kembali ke rutinitas mereka. Jika Anda telah melakukan langkah-langkah di atas dan masih ada perilaku yang menyebabkan orang tua Anda khawatir, segera bawa anak itu ke psikolog anak.

Baca Juga  Si Kecil Mudah Akrab dengan Orang Asing? Waspada Kelainan Psikologis

Apa yang akan terjadi jika trauma anak dan PTSD tetap demikian?

Trauma PTSD yang menyebabkan anak-anak yang tidak diobati akan memiliki dampak negatif. Sebagai contoh, itu dapat menyebabkan perilaku negatif seperti kecemasan berlebihan dan ketakutan di dalamnya.

Anak-anak juga dapat mengalami depresi, menarik diri dan sulit untuk fokus pada siswa. Hal-hal ini dapat berdampak pada pembelajaran, beradaptasi dengan teman dan sikap masa depan anak-anak.

Obat atau metode apa yang dapat digunakan untuk mengobati trauma masa kecil?

Pengobatan trauma PTSD pada anak-anak dapat diberikan melalui terapi, terapi dapat diberikan sesuai dengan kondisi anak, beberapa terapi untuk anak-anak adalah terapi permainan, terapi seni atau terapi perilaku kognitif. Konsultasikan dan periksa kondisi anak Anda di psikolog anak untuk mendapatkan perawatan terbaik

Baca juga:

Semoga berita kesehatan ini dapat memberi manfaat bagi siapapun yang memerlukan informasi mengenai Ketahui Gejala Trauma Anak yang Bisa Berubah Menjadi PTSD.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here