Oke Bunda Selamat datang di halodokterku.com. Semoga artikel ini bisa menambah wawasan kita tentang info kesehatan tentang Kulit Bayi Berminyak: Penyebab dan Langkah-langkah Mengatasinya.

Kulit bayi sangat sensitif, berbeda dengan orang dewasa. Ada beberapa masalah kulit yang biasanya terjadi pada bayi baru lahir, salah satunya adalah kulit bayi yang berminyak, terutama pada kulit kepala. Kulit kepala anak yang gemuk bisa menjadi tanda masalah kulit, yaitu dermatitis seboroik.

Apa itu dermatitis seboroik?

Dermatitis seboroik adalah suatu kondisi di mana kulit bayi tampak renyah dan renyah. Bagian kulit yang biasanya terkena adalah kepala, bagian belakang telinga dan lipatan kulit. Kondisi ini juga dapat mempengaruhi area berminyak tubuh, seperti wajah, sisi hidung, alis, kelopak mata dan dada.

Dermatitis seboroik yang biasanya terjadi di kepala anak disebut juga cradle cap. Kondisi ini mirip dengan ketombe pada orang dewasa. Umumnya ini terjadi dalam tiga bulan pertama dan dapat bertahan hingga satu tahun.

Baca Juga  Langkah-langkah Memandikan Bayi yang Baru Lahir - Halodokterku

Tutup cradle bukan penyakit kulit yang serius. Hanya saja rasa gatal yang kadang-kadang disebabkan sudah cukup untuk membuat anak Anda menuntut. Apalagi masalah kulit unik ini memiliki aspek yang sangat mengganggu karena kulit kepala terlihat berminyak, seperti ketombe dan kotoran.

Gejala dan karakteristik dermatitis seboroik pada bayi baru lahir

  • Ada sisik putih atau kuning yang dengan mudah keluar dari kulit pada bagian berminyak bayi seperti bagian belakang telinga, sisi hidung, terutama kepala.
  • Kemerahan muncul di kulit.
  • Tampaknya gatal, yang biasanya ditunjukkan oleh anak menggosok atau menyentuh bagian kulitnya yang gatal. Bahkan rasa gatal tidak dapat dicapai, jadi bayi Anda hanya bisa menangis dan terus-menerus gelisah.
Baca Juga  Bayi Biang Keringat Atau Alergi? Begini Cara Membedakannya.

Penyebab dermatitis seboroik

  • Aktivitas berlebihan kelenjar minyak
  • Jamur Malassezia ditemukan pada kulit berminyak
  • Sistem kekebalan tubuh melemah

Mengatasi kulit berminyak bayi akibat dermatitis seboroik

Dermatitis seboroik dan masalah kulit berlemak pada anak umumnya akan sembuh sendiri. Namun, ada beberapa cara yang bisa Anda lakukan untuk menjaga penampilan dan kebersihan kulit.

Untuk bagian tubuh, cuci dan mandilah seperti biasa menggunakan air hangat dan sabun khusus untuk anak-anak. Lalu, gunakan sampo bayi khusus untuk kepala tutup dudukan. Shampo bayi khususnya tidak mengandung deterjen, sehingga cenderung ringan dan aman digunakan, tidak akan menyebabkan iritasi yang lebih serius.

Sebelum mencuci kepala bayi, oleskan perlahan baby oil, minyak zaitun atau Vaseline. Pijat dengan lembut sehingga sisik di kulit kepala melunak dan lepaskan perlahan. Kemudian bilas kepala lagi dengan air hangat atau hangat sampai dibersihkan.

Baca Juga  Test idea 1 - Halodokterku

Biasanya, menggunakan sampo bayi sudah cukup untuk menjaga kulit kepala bayi bersih. Namun, jika situasinya memburuk, Anda dapat berkonsultasi dengan dokter untuk mengetahui perawatan yang tepat.

Jika perlu, dokter Anda akan meresepkan krim antijamur, clotrimazole, econazole atau miconazole. Krim ini biasanya membantu membersihkan ruam dan kemerahan serta merawat kulit bayi berminyak yang cukup parah. Jika ada pembengkakan, krim steroid ringan juga merupakan pilihan perawatan yang biasanya diresepkan.

Baca juga:

Mudah-mudahan info kesehatan ini mampu memberi manfaat bagi siapapun yang membutuhkan informasi tentang Kulit Bayi Berminyak: Penyebab dan Langkah-langkah Mengatasinya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here